Foto-foto Mantan Pacar yang Dilenyapkan


Sekarang mudah sekali kalau mau tahu status hubungan seseorang. Buka saja media sosialnya. Bisa Facebook, Twitter, Path, terutama Instagram. Lalu perhatikan foto-fotonya. Apakah dia menggunggah foto bersama lawan jenis? Seperti apa posenya? Kalau mereka berdua berfoto berdekatan, bergandeng tangan, atau berangkulan, bisa jadi itu pacarnya. Apalagi kalau ada caption romantis yang menyertai. Sekarang memang banyak pasangan yang suka memamerkan foto bersama. Menurut saya itu sah-sah saja. Media sosial memang tempat untuk merekam kenangan indah—termasuk masa pacaran. Namun harus siap kalau privasinya terganggu.

Sebetulnya ada hal lain yang lebih penting. Seandainya putus dengan pacar, foto-foto di media sosial itu mau diapakan? Dihapus begitu saja? Pasti capek kalau fotonya banyak. Apalagi harus menanggung malu kalau teman-teman bertanya. Lantas apa sebaiknya dibiarkan? Bisa-bisa nanti susah move on. Kali ini saya akan membahas mantan pacar dan serangkaian foto kenangan. Ada orang yang menghapus foto, tapi ada juga yang tidak. Alasannya pun beragam. Setelah mengamati diri sendiri dan orang-orang lain, saya dapat kesimpulan kalau ada empat tipe orang setelah putus. Tiap tipe punya kecenderungan yang beda. Yuk kita simak!

1. Orang yang malu dan jijik pada masa lalu. Mereka menghapus foto mantan tanpa ragu

Kadang orang merasa malu pada masa lalunya. Mungkin karena dulu pacaran tanpa pikir panjang. Entah untuk main-main atau betulan serius. Saat pacaran, memang segalanya terasa indah. Pasangan pun tampak ganteng atau cantik. Tapi bagaimana setelah putus? Semua bisa berubah. Mendadak dia sadar kalau sang mantan sebenarnya jelek. Atau punya sifat aneh. Atau memperlakukan dia dengan buruk. Seketika langsung ilfeel. Apalagi kalau semasa pacaran mereka bersikap alay dan norak. Duh, rasanya ingin menghapus kenangan itu selamanya! Salah satunya dengan melenyapkan foto-foto mantan. Semua dihapus, tak ada yang disisakan.

Tipe orang ini punya ciri khas yang jelas. Mereka menghindari komunikasi dengan mantan lewat cara apa pun. Kalau dikirimi pesan, tak membalas. Kalau ditelepon, tak mengangkat. Apalagi kalau tak sengaja ketemu langsung—dia akan pura-pura tak melihat. Akhirnya semua media sosial sang mantan pun diblokir. Ekstrem? Ya, tapi ini tipe ini benar-benar ada. Saya punya seorang teman yang selalu memblokir mantan pacarnya. Dia sudah tak mau berurusan lagi dengan mereka. Jadi kalau kita punya mantan seperti itu, tak usah repot menjalin komunikasi. Sebab tak akan direspons. Dia malah terganggu dan kita pun kecewa. Lebih baik biarkan saja.

2. Orang yang sedih berkepanjangan. Foto mantan dihapus supaya cepat move on

Ini tipe orang yang sangat menderita setelah putus. Mungkin karena putusnya tidak baik-baik. Bisa karena diselingkuhi, diputus sepihak, atau lainnya. Dia pun mengalami patah hati dahsyat. Tiap hari menangis. Sering kangen mantan. Terjebak dalam penyesalan dan jutaan kata “seandainya”. Apa mereka langsung menghapus foto mantan? Mungkin tidak. Saking cintanya, dia akan berusaha mengajak balikan dulu. Untuk sementara foto-foto mantan tidak dihapus—kan sayang kalau bisa pacaran lagi. Namun bagaimana kalau balikannya gagal? Dengan berurai air mata, akhirnya semua foto mantan dihapus. Sebab terlalu menyakitkan untuk dilihat.

Anehnya, kadang dia masih menyimpan barang pemberian mantan. Entah boneka, kartu ucapan, bahkan tiket bioskop yang dulu ditonton berdua. Semua barang itu disimpan dengan baik. Saat rindu melanda, dia akan melihatnya satu per satu. Kadang sambil menangis. Bagaimana kalau kita punya mantan seperti ini? Beri dia waktu. Jangan langsung mengajaknya berteman—pasti sulit baginya. Tak perlu mengirimi pesan atau mengajak bertemu. Sebab, itu akan membuatnya tersiksa dan sulit move on. Beri dia waktu untuk sembuh sendiri. Setelah bulan-bulan berlalu dan kenangan terhapus, barulah kita bisa menghubunginya dengan aman.  

3. Orang yang santai dan cuek. Foto dihapus atau tidak, bukanlah masalah

Mungkin ini tipe orang kebanyakan. Setelah putus, dia memang sedih dan terluka. Namun hanya sebentar. Tak butuh waktu lama untuk move on. Kenapa begitu? Ada beberapa alasan. Pertama, dia tak terlalu serius saat pacaran. Kedua, dia langsung dapat pasangan lagi. Ketiga, dia sudah cukup dewasa untuk menghadapi perpisahan dengan bijak. Masih banyak kemungkinan lainnya. Yang jelas, tipe ini akan bersikap santai dan cuek. Mungkin dia akan menghapus foto mantan. Sebab tak ada gunanya lagi disimpan—seperti membuang baju yang sudah kekecilan. Bisa juga malah tidak menghapus. Bukan karena tak tega, tapi malas saja menghapus satu per satu. Mantan dianggap sebagai masa lalu yang tak perlu dipermasalahkan.

Tipe ini bersikap lebih luwes. Kadang bisa berteman atau bahkan bersahabat dengan mantan. Masa pacaran dulu dijadikan lucu-lucuan. Namun, ada juga yang tak menghubungi mantan lagi. Sebab masa lalu sudah tak ada prospeknya. Dia lebih memilih mengejar hal baru. Bagaimana kalau kita punya mantan seperti ini? Mudah saja. Kita tinggal menyesuaikan diri dengannya. Kalau dia cuek, kita bisa ikut-ikutan cuek. Atau kalau dia memang penting, kita bisa mencoba menjalin hubungan. Bagus kalau bisa berteman. Putus pacaran bukan berarti putus segalanya. Kita masih bisa saling memberi manfaat.

4. Orang yang suka seni. Mereka menganggap foto mantan sebagai karya, jadi tidak dihapus

Inilah tipe terakhir yang cukup langka. Setelah putus, ada orang yang sedih, cuek, atau marah. Namun mereka punya satu persamaan: tak ada yang menghapus foto mantan. Kalaupun dihapus, pasti hanya sebagian. Kenapa begitu? Mungkin karena mereka suka fotografi. Saat pacaran dulu sering memotret mantan. Hasilnya pun bagus-bagus. Rasanya sayang untuk dihapus, jadi dibiarkan saja. Ini tak hanya berlaku untuk fotografer. Semua seniman termasuk—entah penulis, pelukis, penyanyi, atau lainnya. Mereka cenderung membuat karya saat pacaran. Sebab, jatuh cinta adalah inspirasi yang dahsyat. Karya yang lahir pun terasa lebih menyentuh.

Bagaimana kalau kita punya mantan seperti ini? Jangan sampai baper. Tidak menghapus foto bukan berarti belum move on. Dia mempertahankan foto-foto itu bukan karena kita. Melainkan karena dia menganggapnya sebagai karya yang berharga. Terserah bagaimana cara kita menanggapinya. Kita boleh mengajak berteman. Boleh menghindar. Boleh juga bersikap cuek. Semua oke-oke saja asal tidak mengganggu sang mantan. Yang lebih penting, kita harus merasa nyaman. Tak perlu memaksakan diri untuk berteman kalau tidak mau. Tak perlu menjauh kalau sebenarnya masih bisa berhubungan baik. Hadapilah mantan pacar, masa lalu, dan perasaan dengan bijak.



Sumber ilustrasi: pinterest.com

0 comments:

Post a Comment

About Author

Ratu Pandan Wangi, tinggal di Yogyakarta. Bisa dikontak melalui e-mail: ratupandanw@gmail.com

Popular Posts This Week

Categories

Art (9) Family (10) Friend (31) Growing Up (22) Love (16) Studies (8) Traveling (16)

Search in This Blog

Follow This Blog