16 Kepribadian dalam Satu Tubuh


Apa kepribadian ganda betul-betul ada? Kita sering menjumpainya di berbagai film dan buku fiksi. Biasanya sang tokoh punya dua sisi berbeda. Yang satu baik, yang satu jahat. Yang satu pemalu, yang satu tak kenal takut. Pokoknya bertentangan. Kedua sisi itu hidup dalam satu tubuh. Kalau salah satu muncul, maka yang lain tertidur. Jadi sang tokoh sering kehilangan memori. Tahu-tahu saja punya kenalan baru. Atau terlibat dalam masalah yang tak diketahuinya. Ngeri kan? Lebih ngeri lagi, ternyata kepribadian ganda benar-benar nyata. Serius! Bahkan tak hanya dua kepribadian. Di Amerika, ada seorang wanita yang punya 16 kepribadian!

Kisah ini sangat spesial. Saya mengetahuinya dari sebuah buku tua, belasan tahun lalu saat masih SD. Sejak kecil memang suka bacaan bertema berat. Nah, buku itu berjudul Sybil karya Flora Rheta Schreiber (1973). Ditulis berdasarkan kisah nyata Sybil Isabel Dorsett (nama aslinya Shirley Ardell Mason). Dia adalah wanita yang tinggal di Amerika. Saat berusia 22 tahun, dia menyadari ada yang tak beres pada dirinya. Seolah waktu hilang begitu saja. Misalnya saat berada di suatu kota, tiba-tiba dia pindah ke kota lain tanpa ingat perjalanannya. Ternyata beberapa jam sudah berlalu—bahkan kadang beberapa hari. Hal itu terjadi berulang-ulang. Apakah Sybil amnesia? Diculik alien? Atau bisa teleport tanpa sadar?

Karena gelisah, dia pun berkonsultasi pada psikiater. Namanya Dokter Wilbur. Dari sanalah diketahui kalau Sybil punya banyak kepribadian. Tak hanya dua atau tiga, tapi enam belas. Semua kepribadian itu muncul akibat trauma di masa lalu. Ibu Sybil, Hattie Dorsett, sering menyiksa dan melakukan pelecehan seksual padanya. Hattie memang menderita gangguan mental. Sang anaklah yang jadi korban. Sejak berusia 6 bulan, Sybil mengalami berbagai siksaan. Misalnya disuruh minum susu yang mengandung magnesia, lalu dia kejang-kejang. Hattie juga kerap memasukkan berbagai benda ke vagina Sybil. Mulai dari baterai, gagang garpu, botol, sampai kotak perak kecil. Mengerikan sekali.

Siksaan demi siksaan pun dialami Sybil. Tentunya sangat menderita. Untuk menekan emosinya, dia berpura-pura jadi orang lain. Entah orang yang kuat, kaya, atau bahagia. Kebiasaan itu membuat kepribadiannya terpecah. Kepribadian kedua dan ketiga muncul saat dia berusia 2,5 tahun. Namanya Peggy Lou Baldwin dan Peggy Ann Baldwin. Sebutan itu muncul karena sang ibu lebih sering memanggilnya Peggy daripada Sybil. Peggy Lou sangat percaya diri, sedangkan Peggy Ann pemberani. Keduanya membantu Sybil saat dia terkena masalah. Lalu kepribadian selanjutnya muncul saat dia berusia 3 tahun. Namanya Victoria Antoinette Scharleau. Dia adalah pribadi yang bertanggung jawab dan menyenangkan.

Satu per satu kepribadian Sybil muncul. Selain tiga orang tadi, masih ada Clara, Helen, Marcia, Marjorie, Mary, Mike, Nancy Lou Ann Baldwin, Ruthie, Sid, Sybil Ann, Vanessa Gaile, dan kepribadian terakhir yang tak diketahui namanya. Semua berjumlah 16 orang termasuk Sybil yang asli. Tiap kepribadian punya sifat dan ciri fisik berbeda. Bahkan Mike dan Sid adalah lelaki! Saat mereka muncul, tentu alat kelamin Sybil tak berubah, hanya mental dan suaranya saja. Bisa dibayangkan betapa kacaunya hidup wanita itu. Keenam belas kepribadian muncul berganti-ganti, tak menentu. Kadang membawa anugerah, tapi tak jarang membawa masalah.

Selama sebelas tahun, Sybil berkonsultasi dengan Dokter Wilbur. Dia berusaha untuk menggali dan menghapus traumanya di masa lalu. Dengan cara itu, mereka ingin menggabungkan 16 kepribadian menjadi satu. Apakah berhasil? Atau kepribadian Sybil justru bertambah lagi? Kalau penasaran, baca saja bukunya. Atau tonton filmnya yang diproduksi tahun 1976 dan 2007. Dijamin akan membuat kita terheran-heran dan takjub.

Itu tadi kisah di Amerika. Bagaimana dengan di Indonesia? Lebih tepatnya, bagaimana dengan di sekitar kita? Jangan-jangan selama ini ada orang yang berkepribadian ganda. Entah teman, keluarga, atau tetangga depan rumah. Bahkan bisa jadi kita sendiri! Hehehe. Selama ini, saya belum pernah melihat kepribadian ganda—tetapi peran-peran ganda. Itu terjadi karena manusia selalu berusaha memenuhi ekspektasi lingkungannya. Seperti lingkungan kampus, rumah, organisasi, kantor, dan sebagainya. Setiap lokasi memiliki tugas dan tanggung jawab yang beda.

Begitu juga dengan peran. Di kampus, mungkin kita adalah mahasiswa rajin yang tak banyak bicara. Selalu serius menyimak dosen supaya nilai bagus. Tapi di organisasi, kita perlu pandai bergaul. Jadi mau tak mau harus bersikap luwes. Di kantor pun begitu. Kita dituntut untuk bekerja cepat dan selalu profesional. Maka emosi-emosi negatif pun dipendam. Bagaimana dengan di rumah? Rasanya bisa lebih santai dan menjadi diri sendiri. Pola itu berjalan berulang-ulang. Kita bisa melakukan 16 peran sekaligus, seperti Sybil. Namun tentunya dalam keadaan sadar. Manusia itu memang hebat ya.



Sumber ilustrasi: pinterest.com 

0 comments:

Post a Comment

About Author

Ratu Pandan Wangi, tinggal di Yogyakarta. Bisa dikontak melalui e-mail: ratupandanw@gmail.com

Popular Posts This Week

Categories

Art (9) Family (10) Friend (31) Growing Up (22) Love (16) Studies (8) Traveling (16)

Search in This Blog

Follow This Blog