Kenapa Perempuan yang Saya Sukai Menjauh Saat Didekati?


Lelaki dan perempuan memang sangat berbeda. Ada yang bilang kalau lelaki berasal dari Mars, sedangkan perempuan dari Venus. Masing-masing punya sikap dan sudut pandang sendiri. Kadang tak bisa saling memahami. Itulah yang membuat cinta jadi rumit. Karena itu, saya suka mendiskusikan cinta dengan para teman lelaki. Kami membahas banyak hal. Saling bertanya dan menjawab. Saya jadi tahu kenapa lelaki tak mau menghubungi, kenapa suka melirik perempuan lain, dan kenapa tak mau diajak balikan. Kadang jawabannya sangat sepele. Namun, tak terpikir oleh saya karena beda frekuensi.

Begitu juga sebaliknya. Para teman lelaki saya sering dibingungkan oleh perempuan. Termasuk dalam masa pendekatan. Kadang ada perempuan yang menolak saat didekati. Lalu saat dijauhi, dia malah mendekat balik. Ada juga perempuan yang tak pernah mau membalas pesan. Ternyata nomor sang lelaki sudah diblokir tanpa sebab. Nah, inilah kasus yang paling sering ditanyakan teman-teman saya. Kenapa sih, perempuan yang mereka sukai menjauh saat didekati? Tulisan saya akan menjawabnya dari sudut pandang perempuan. Perlu diingat, tak semua perempuan punya sifat dan reaksi yang sama. Jadi ini adalah jawaban secara umum.

1. Saya tidak ganteng. Apa karena itu perempuan tak mau sama saya?

Bukan karena itu. Penampilan fisik hanyalah salah satu kriteria. Perempuan punya sederet kriteria lain untuk dipertimbangkan. Saat remaja, mereka memang tertarik pada sesuatu yang dapat dilihat—misalnya ketampanan. Namun setelah dewasa, mereka lebih tertarik pada kualitas diri yang tak kasatmata—seperti kecerdasan, wibawa, selera humor, dan kemampuan untuk bekerja keras. Jadi tak perlu khawatir kalau wajahmu biasa saja. Dengan sikap yang baik, kamu bisa memesona banyak perempuan. Jangan lupa menjaga penampilan supaya bersih dan rapi. Biasanya lelaki yang harum juga dianggap lebih menarik.

2. Pendapatan saya belum banyak. Apa perempuan keberatan kalau diajak makan di tempat murah?

Tidak. Kalau benar-benar tertarik padamu, dia tak akan keberatan—walau mungkin dia kaya raya. Sebenarnya yang paling penting bukan makan di mana. Bukan juga makan apa. Namun, makan dengan siapa. Kalau sudah terpesona padamu, dijamin dia tak terlalu memerhatikan makanan. Lebih fokus pada pembicaraan kalian. Asal tempatnya bersih dan aman, saya rasa tak mengapa. Tapi bagaimana kalau kamu tetap tak enak hati? Daripada makan bersama, lebih baik lakukan aktivitas yang gratis. Misalnya jalan-jalan atau melakukan hobi berdua. Dijamin dia tak akan bosan. Ada lho perempuan yang bosan kalau diajak makan terus.

3. Perempuan yang saya dekati selalu lama saat membalas pesan. Itu pertanda apa?

Bisa jadi pertanda buruk. Ketertarikan perempuan bisa dilihat dari seberapa cepat dia membalas pesan. Makin cepat berarti makin baik. Bagaimana kalau dia selalu lambat membalas? Ada beberapa kemungkinan. Pertama, dia sibuk. Kedua, dia memang jarang dekat-dekat ponsel. Ketiga, dia tak tertarik padamu. Saat pesanmu masuk, mungkin dia sudah melihatnya. Tapi menunggu beberapa jam dulu baru membalas. Perempuan menganggap itu cara paling sopan untuk menolak. Apalagi kalau pesan darimu datang tak henti-henti. Dengan sengaja lambat merespons, perempuan memberi sinyal kalau dia tak tertarik, tapi masih cukup sopan untuk menjaga pertemanan. Bagaimana kalau tak membalas sama sekali? Tamat deh.

4. Rayuan gombal dan puisi romantis bukanlah keahlian saya. Adakah cara lain untuk menarik hati perempuan?

Percayalah, tak semua perempuan suka dirayu dan dibuatkan puisi. Sebagian malah menganggap itu menjengkelkan. Romantis bukan satu-satunya senjata untuk mendekati perempuan. Kadang mereka lebih suka lelaki yang perhatian, sopan, atau bisa diandalkan. Jadi lebih baik kamu mencermati apa yang disukainya. Kalau dia suka olahraga, ajak saja jogging bareng. Kalau dia suka kesenian, ajaklah ke acara seni. Bagaimana kalau dia suka jalan-jalan? Kamu bisa menarik hatinya dengan mengajak bepergian. Tunjukkan sikap bahwa kamu berminat pada hal-hal yang disukainya. Dijamin dia lebih menghargaimu.

5. Saya ingin mendekati perempuan yang cantik dan populer. Bagaimana cara supaya saya tampak menonjol di antara lelaki lain?

Mudah saja. Kamu cukup meninggalkan kesan yang kuat dan berbeda. Itu bisa dilakukan dengan berbagai cara, misalnya saat berkenalan. Dulu ada lelaki yang pernah meminta nomor ponsel saya. Namun secara tak langsung. Awalnya, dia berkata kalau ponselnya ketinggalan. Lalu meminta saya untuk mengirim pesan ke nomornya, agar siapapun yang menemukan ponsel itu bisa mengamankannya dulu. Maka saya pun mengirim pesan. Tak lama kemudian, saku celananya berdering. Sambil tersenyum, dia berkata kalau ternyata ponselnya tidak ketinggalan. Saya jadi kesal bercampur geli. Entah kenapa, kejadian itu membekas terus di ingatan, padahal sudah bertahun-tahun lalu. Cobalah menciptakan momen semacam tadi.

6. Saat mendekati seorang perempuan, apakah perlu berbaik-baik pada sahabatnya?

Sangat perlu! Banyak lelaki yang tak menyadari ini. Padahal, tiap kali sedang didekati seseorang, perempuan akan bercerita pada sahabatnya. Apa saja yang diceritakan? Semuanya. Mulai dari perkenalan kalian, penampilanmu, latar belakangmu, dan banyak lagi. Lalu sang sahabat akan memberi penilaian. Itu bisa jadi pertimbangan besar bagi perempuan yang kamu dekati. Jadi, tak perlu ragu untuk mengenal sahabatnya. Beri kesan yang baik. Dengan begitu, dia akan merestui dan jalanmu semakin mudah.

7. Seberapa jauh saya boleh menyentuh perempuan yang didekati?

Secukupnya saja. Berhati-hatilah pada poin ini. Ada perempuan yang suka disentuh, tapi ada juga yang sangat tidak suka. Pastikan kamu tahu dia seperti apa. Tak perlu gegabah melakukannya. Kalau dia tak keberatan, mulai saja dari sentuhan yang ringan. Bisa menepuk pundak atau mengelus kepala. Jangan langsung merangkulnya—bisa-bisa dia risih dan menjauh. Oh ya, pastikan untuk tidak membicarakan seks dengan cara apa pun. Kebanyakan perempuan tak nyaman membicarakannya. Dia bisa mengira kamu lelaki mesum. Bicarakan saja hal-hal lain yang lebih aman.

8. Saya mendekati perempuan yang baru putus. Akankah dia menganggap saya sebagai pelampiasan saja?

Tergantung tingkat move on perempuan yang bersangkutan. Biasanya, ini berkaitan erat dengan lamanya dia putus. Kalau baru putus sebulan, bisa jadi belum move on. Mungkin kamu dianggap sebagai pelampiasan semata. Apa tandanya? Dia hanya tertarik membicarakan masa lalu. Sama sekali tak peduli pada dirimu. Namun, tak perlu khawatir. Ada juga perempuan yang bisa move on dalam waktu singkat. Bagaimana cara untuk tahu? Tanyakan saja langsung ke dia. Kalau dia bilang sudah move on—sikapnya pun menunjukkan itu—kamu bisa mendekati dengan aman.

9. Perempuan yang saya dekati tak merespons, jadi saya pun menyerah. Berikutnya malah dia yang mendekati saya. Apa maksudnya?

Ada dua kemungkinan. Pertama, dia hanya sedih karena kehilangan fans. Tak ada lagi yang memerhatikan dan memanjakannya. Karena itu, dia berusaha menarikmu kembali. Kemungkinan kedua, dia terlambat suka padamu. Mungkin karena dulu kamu mendekatinya terlalu intens. Dia jadi tak punya kesempatan untuk merindukanmu. Setelah kamu menjauh, barulah dia menyadari rasa tertariknya. Maka dia berusaha mendekatimu. Itu bukanlah usaha yang mudah, banyak perempuan yang gengsi melakukannya. Jadi kalau ada perempuan yang seperti itu padamu, pastikan untuk memberi respons yang jelas. Kalau iya ya iya. Kalau tidak ya tidak. Jadi dia tidak terombang-ambing. Kan kasihan.

10. Kapan waktu yang tepat untuk menyatakan perasaan?

Saat semuanya terasa beres. Jangan terlalu cepat, bisa-bisa dia belum yakin pada perasaannya. Tapi juga jangan terlalu lambat, nanti lelaki lain keburu merebutnya. Perhitungan waktu ini sangat penting. Kadang bisa menentukan sukses atau gagalnya suatu hubungan. Karena itu, bersabarlah dan tunggu waktu yang tepat. Nikmati dulu waktu bersamanya. Jangan lupa perhatikan dia. Beri perlakuan spesial. Dengarkan keluh kesahnya—ini sangat berarti bagi perempuan. Setelah kamu yakin pada perasaan kalian, barulah nyatakan perasaan. Semoga sukses!



Sumber ilustrasi: pinterest.com 

4 comments:

  1. Wah ini. Aku pernah ilfeel berat sama cowok karena dia sangat touchy. Padahal awalnya kuanggep temen, masih nyaman jalan bareng. Tp trs dia suka megang2 tangan seenaknya, pegang kepala, atau nekat dempel2 pundak. Yg ada malah ilfeel. Kalau bukan atas nama persahabatan dan pertetanggaan, kutampol juga dia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha kadang saya juga ilfeel sama cowok kayak gitu. Apalagi cowok yang kalau diajak ngomong, matanya mengarah terus ke dada saya. Entah sengaja atau nggak. Tapi itu bikin saya ilfeel berat. Jadi pingin nyolok matanya :p

      Delete

About Author

Ratu Pandan Wangi, tinggal di Yogyakarta. Bisa dikontak melalui e-mail: ratupandanw@gmail.com

Popular Posts This Week

Categories

Art (9) Family (10) Friend (31) Growing Up (22) Love (16) Studies (8) Traveling (16)

Search in This Blog

Follow This Blog