Memilih Pasangan Berdasarkan Musik

Saturday, April 09, 2016


Seperti halnya musik, cinta adalah hal yang magis. Kadang kita tak tahu kenapa bisa jatuh cinta pada seseorang. Kadang kita pun tak tahu kenapa suka pada lagu tertentu. Sebab, cinta dan musik mempengaruhi kita dengan cara yang unik. Mereka sangat jujur. Sangat lugas. Cepat dan tepat sasaran. Tanpa disadari, mereka merasuk ke dalam diri kita.

Photo by Jordan Whitfield on Unsplash
Musik mempunyai peran besar dalam kehidupan teman saya. Kebetulan dia adalah gadis yang cantik. Banyak lelaki yang berusaha mendekatinya. Lalu bagaimana cara dia memilih pasangan? Melalui musik! Ya, dia menyeleksi para lelaki dengan melihat selera musik mereka. Namun tak mudah untuk mengimbangi selera teman saya. Dia menyukai lagu-lagu indie yang unik, antik, dan klasik---saya tak tahu bagaimana menyebutnya, yang jelas bukan lagu-lagu mainstream.

Dengan cara itu, teman saya menggugurkan sejumlah lelaki yang mendekatinya. Dia baru menanggapi kalau lelaki itu mempunyai selera musik yang sama, atau mendekati, atau lebih baik lagi: mempunyai preferensi musik yang luas dan kaya. Pada akhirnya teman saya menjatuhkan pilihan pada seorang lelaki. Dengan selera musik yang sama, rupanya mereka pun cocok dalam berbagai hal lain. Mulai dari penampilan, hobi, sampai kegiatan sehari-hari. Apakah kebetulan? Saya rasa tidak.

Menurut penelitian, mendengarkan musik bisa menghasilkan hormon dopamin yang membuat kita senang. Jadi kita bisa meningkatkan mood dengan musik. Namun, tentu saja ada jenis musik tertentu yang tak kita sukai. Misalnya saja saya. Dari dulu saya tak suka lagu-lagu yang terlalu berisik: yang vokalisnya ada banyak, dengan lirik tak beraturan, diiringi bunyi berbagai instrumen yang memekakkan telinga. Saya malah jadi pusing. 

Saya lebih suka musik yang sederhana. Tak perlu rumit, apalagi heboh. Seperti lagu yang bisa menemani saya ke manapun. Entah saat mengerjakan tugas, saat bergelung di tempat tidur, atau saat melamun di kereta api. Misalnya lagu-lagu Layur. Saya menyukainya karena simpel, seringkali hanya instrumen. Namun entah kenapa terasa ringan sekaligus dalam, dan sendu sekaligus riang. Lagu-lagu itu mampu membuat saya bahagia cara dengan sederhana.

Selera musik juga berpengaruh pada cara saya memilih pasangan. Saya tak mencari pasangan dengan selera musik yang sama, seperti teman saya tadi. Saya justru mencari pasangan yang sifatnya mirip dengan lagu-lagu kesukaan saya. Dia harus sederhana. Tak perlu terlalu romantis, tak perlu kelewat mencolok. Saya ingin pasangan yang teduh seperti alunan instrumen. Yang bisa membuat saya nyaman dalam berbagai situasi. Yang bisa membuat saya bahagia sekaligus bersemangat.

Apa kau sedang mencari pasangan? Kalau iya, mungkin kau tak perlu membuat berbagai tolak ukur. Kau hanya perlu membuka hatimu. Mendengarkan apa yang tersembunyi dari orang-orang, merasakan alunan lembut jiwa mereka. Lalu kau akan menemukan.

You Might Also Like

0 comments