Pengalaman Ketinggalan Pesawat dan Menginap 24 Jam di Bandara


Saya pernah ketinggalan pesawat dari Bali ke Jogja. Rasanya menyebalkan sekaligus bikin gemas. Bayangkan saja: saya sudah ingin sekali pulang, sudah datang berjam-jam sebelum penerbangan, sudah check in dan bahkan menaruh bagasi. Namun saat antre di gerbang keberangkatan, petugas yang mengecek tiket berkata, “Maaf Mbak, pesawatnya sudah berangkat 5 menit lalu.”

Rasanya langsung ingin tertawa sambil joget. Apalagi setelah tahu kalau uang tiket saya hanya bisa dikembalikan 10%. Saat mencari penerbangan lain di hari itu, ternyata hampir semua penuh. Yang masih kosong harganya dua kali lipat. Untung saya tak sendirian. Ada seorang teman yang sama-sama ketinggalan pesawat. Kami pun membeli tiket untuk keberangkatan esok hari, lantas menunggu selama 24 jam di bandara. Berdasarkan pengalaman kami, inilah tips kalau ketinggalan pesawat:

#1 Boleh kesal, tapi jangan menyalahkan siapapun kecuali dirimu sendiri

Sebelumnya saya tak pernah ketinggalan pesawat, bahkan untuk penerbangan internasional. Jadi saat itu saya merasa sangat kesal. Kok bisa sih ketinggalan? Apalagi jaraknya hanya beberapa menit. Rasanya jadi ingin menyalahkan bandara, menyalahkan petugas, menyalahkan teman, siapapun deh pokoknya. Tapi itu tak benar. Ketinggalan pesawat adalah salah saya sepenuhnya. Karena itu saya harus bertanggung jawab, tetap berpikir jernih, dan menyusun rencana.

#2 Kalau ada teman yang ketinggalan pesawat juga, berusahalah kompak dengannya

Ketinggalan saja sudah cukup buruk. Tak perlu ditambahi bertengkar dengan teman. Situasi ini memang bisa membuat marah dan stres. Untung saya santai. Setelah berhasil menenangkan diri sendiri, saya pun menenangkan teman saya (yang katanya mau menangis). Karena akan melewatkan semalam di bandara, saya harus menciptakan suasana yang menyenangkan supaya kami sama-sama betah.

#3 Segera ke counter maskapai yang bersangkutan untuk mengurus tiket

Tanyakan pada mereka, apakah kita bisa dimasukkan waiting list untuk penerbangan selanjutnya? Kalau tidak, apa tiketnya bisa diganti dengan uang? Saya sudah lupa dulu naik apa, antara AirAsia dan CitiLink. Tiketnya hanya bisa dikembalikan 10%. Karena harga tiket kami 500 ribu per orang, jadi yang bisa kembali hanya… 50 ribu. Hiks. Oh ya, petugas counter memberi dokumen bukti untuk reimburse. Setelah sampai Jogja, kami bisa mengambil uangnya dengan dokumen itu ditambah boarding pass.

#4 Kalau tak ada pilihan lain, segeralah beli tiket baru

Tak mau kan berada di bandara selamanya? Sebelum kehabisan, kita harus segera beli tiket. Bisa langsung di counter maskapai atau secara online. Dulu teman saya beli langsung di counter bandara, sedangkan saya beli lewat website Traveloka. Ternyata tiket saya lebih murah sedikit. Bahkan tak perlu mencetak tiketnya, cukup manfaatkan e-ticket di ponsel.

#5 Ada orang-orang yang menunggu kepulanganmu. Jangan lupa kabari mereka

Kami sudah telanjur mengabari kalau akan pulang hari itu. Bahkan sorenya saya sudah janji bertemu orang. Tapi karena ketinggalan pesawat… apa boleh buat. Teman saya langsung memberi tahu ibunya lewat telepon. Awalnya dia sangat takut dimarahi karena ceroboh, tapi beliau justru bersimpati. Teman saya jadi terharu. Sedangkan saya selalu enggan membuat keluarga cemas. Jadi saya bilang saja kalau salah baca tanggal dan seharusnya pulang besok. Untung mereka percaya. Setelah beberapa hari sampai di Jogja, saya baru memberitahu kejadian sebenarnya.

#6 Cek barang yang masih dibawa. Apa saja yang bisa dimanfaatkan?

Kami sama-sama membawa koper dan tas laptop. Koper kami telanjur masuk bagasi pesawat dan berangkat duluan ke Jogja. Tapi kami masih membawa laptop, lumayan untuk hiburan. Berkat cara mengepak yang aneh, di tas saya juga ada perlengkapan mandi dan perlengkapan make up yang lengkap. Syukurlah. Tanpa keduanya, saya bakal merasa sangat gembel. Oh ya, koper kami bisa diambil setelah sampai Jogja. Langsung saja ke bagian lost and found maskapai yang bersangkutan. Cukup tunjukkan kartu identitas dan boarding pass, lalu mengisi formulir.

#7 Cari tempat untuk mandi. Dijamin bikin segar lagi!

Kalau tak salah, terakhir kali saya mandi sehari yang lalu. Bukannya malas—tapi kemarin kami jalan-jalan ke objek wisata dari pagi sampai larut malam, tergesa ke bandara dan tak ada yang sempat mandi. Tadinya saya mau langsung mandi begitu sampai Jogja. Tapi karena kondisi berubah, kami pun langsung mencari kamar mandi. Ternyata di Bandara Ngurah Rai hanya ada toilet. Sekalinya ada kamar mandi, pintunya tak bisa ditutup. Jadi kami mandi bergantian di sana. Satu orang masuk dan lainnya menahan pintu di luar. Setelah badan bersih, rasanya pikiran langsung segar!

#8 Jangan lupa makan ya. Kalau bisa, pilih tempat yang bisa untuk nongkrong lama

Berikutnya kami mencari tempat makan. Sayangnya, harga di Bandara Ngurah Rai sangat mahal, mungkin menyesuaikan kocek orang bule. Misalnya saja bakso. Yang biasanya hanya 5000 rupiah, di bandara itu harganya 50 ribu. Lebih mahal 10 kali lipat. Akhirnya kami pun beli pop mie di Indomaret (harganya 2 kali lipat dari yang biasa). Lalu nongkrong berjam-jam di depan sana sambil menonton film dari laptop. Saat beranjak malam, kami pindah ke Burger King. Membeli es krim dan paket murah meriah. Tak lupa nongkrong selama mungkin.

#9 Istirahat itu penting, usahakan tidur senyaman mungkin

Usahakan istirahat dengan cukup. Tidur di kursi pasti rasanya tidak enak. Jadi kami memilih tidur di mushola. Untung tempat itu sepi, bersih, dan dipisah antara laki-laki dan perempuan. Lumayan bisa merilekskan badan sebentar. Selain kami, ternyata juga ada penumpang-penumpang lain yang tidur di sana. Kami tidur dari pukul 21.00 sampai sekitar pukul 03.00. Setelah itu langsung bangun dan bersiap-siap untuk penerbangan pukul 06.00.

#10 Harus belajar dari pengalaman. Jangan sampai ketinggalan pesawat lagi!

Untung besok kami tak ketinggalan pesawat. Sekitar pukul 06.00, pesawat terbang ke Jogja membawa kami berdua di dalamnya. Rasanya lega. Ini pengalaman yang menyebalkan sekaligus memberi saya pelajaran. Pokoknya jangan sampai ketinggalan pesawat! Kita bisa rugi uang, waktu, dan lainnya. Lebih baik datang beberapa jam lebih awal sebelum keberangkatan. Juga jangan sampai ketiduran atau kelupaan. Waspadalah. 


Sumber ilustrasi: pinterest.com

2 comments:

  1. Interested.. saya pernah nyaris ketinggalan juga di KLIA 2.. Gara2 salah estimasi waktu.. literally, beberapa detik sebelum take off...
    Nice advise Pandaan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waah gitu ya Reza~ Bandara KLIA 2 memang gede banget, kadang butuh waktu lama buat jalan dari pintu masuk sampai gate. Syukurlah nggak telat :)
      Anyway, thanks udah baca dan ngasih komentar. Tunggu tulisan-tulisan selanjutnya ya :D

      Delete

About Author

Ratu Pandan Wangi, tinggal di Yogyakarta. Bisa dikontak melalui e-mail: ratupandanw@gmail.com

Popular Posts This Week

Categories

Art (9) Family (10) Friend (31) Growing Up (22) Love (16) Studies (8) Traveling (16)

Search in This Blog

Follow This Blog